Sudut Valivija
Content
Sudut Valivija
Nabu Malikata Wanita cantik abadi yang memaafkan dosa kami, Wahai ibu yang penuh dengan inspirasi dan kegilaan, Tolonglah, gunakan cahaya anggur, Untuk mewarnai piala emasku dengan warna merah. Nabu Malikata Wanita cantik abadi yang memaafkan dosa kami, Wahai ibu yang penuh dengan inspirasi dan kegilaan, Raja akan mempersembahkan mahkota emas untukmu, Tatapan matamu yang mabuk, Membuat jiwa pasangan yang sedang jatuh cinta menjadi terbalik, Oh anggur yang memabukkan manusia, Namun tak pernah mendengarkan isi hati peminumnya. Membandingkan wajahmu dengan bunga, Membuat hatiku malu dan tak tenang, Siapa pun yang melihat paras wajahmu, Pasti akan gila sepertiku. Nabu Malikata Wanita cantik abadi yang memaafkan dosa kami, Wahai ibu yang penuh dengan inspirasi dan kegilaan, Bagaimanapun setianya seseorang terhadapmu, Kamu tetap tidak membalas dan tak tergerak. Apakah kebahagiaan bangsa langit layak dinikmati oleh dunia fana? Kebahagiaan mutlak hanya disembunyikan di dalam anggur mawar, Hanya karena kita sudah mencobanya, Karunia tak terbatasmu, Bahwa kami kira kamu tidak memiliki kelembutan sama sekali. Nabu Malikata Wanita cantik abadi yang memaafkan dosa kami, Wahai ibu yang penuh dengan inspirasi dan kegilaan, Putri gaun hijau mengetahui rahasiamu. Ayo, dengarkanlah sejenak, Tentang cinta, tentang kehidupan, Di tengah angin pagi hutan ini, Di dalam gelas anggur yang kalian minum bersama. Mawar selalu ditutupi dengan kain sutra, Burung hantu terbang ke kebun bungaku, Bernyanyi dengan rasa malu dan kesedihan, Lalu terbang keluar dari kebun bungaku.
